Tugas Akhir
Estetika Tari Baksa Kambang di Tanah Banjar Kalimantan Selatan
Objek tari Baksa Kambang dipilih karena tari ini merupakan ikon dari Kalimantan Selatan yang sampai saat ini masih eksis dan sering dipertunjukan pada beberapa event seperti penyambutan tamu, pernikahan, serta event-event lainnya. Ciri khas dari busana dan geraknya yang lemah lembut yang menggambarkan sifat masyarakat Banjar menjadi pijakan untuk melihat sisi nilai estetis dalam tari ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetika dari tari Baksa Kambang yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam sudut pandang estetis. Penelitan estetika tari Baksa Kambang menunjukkan bahwa estetika dapat diketahui melalui: unity (kesatuan) tari Baksa Kambang terletak pada kepenarian, gerak, dan iringan. Variety (variasi) terletak pada segi ruang gerak yaitu level, arah hadap, dan volume. Repetisi (pengulangan) dapat diketahui dari perhitungan beberapa motif yang sering diulang yang terdapat pada ragam gerak lagurih dilakukan sebanyak 3x, tandang 5x, kasasumpijng 2x, gudak kambang 4x, dan gudak gulu 6x. Contrast (kontras) dapat diketahui dari motif gerak yang berlawanan yang terletak pada iringan dan gerak tari, gerak lemah lembut kontras dengan tempo dan ritme iringan yang cepat. Transtition (transisi) sebagai penghubung gerak yang pada tari Baksa Kambang adalah kengser dan kijik yaitu gerakan bergeser ke samping yang diulang sebanyak 16x. Sequence (rangkaian) memiliki tata hubungan sintagmatis yaitu bagian pembuka, isi, dan penutup. Balance (keseimbangan) dari segi kepenarian, tari Baksa Kambang menggunakan gagah gerigit dan harmony (selaras) dapat diketahui dari keselarasan dari busana dengan gerak-gerak dan iringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika dan metode penelitian kualitatif. Pandangan masyarakat dalam keindahan tari Baksa Kambang terdapat pada busananya, gerak tari Baksa Kambang mempunyai gerak yang sederhana, namun pada saat dipadukan dengan busananya, gerak pada tari Baksa Kambang terlihat lebih mewah. Gerak-gerak yang lemah lembut dan lemah gemulai mencerminkan karakteristik dari masyarakat Banjar dalam bertutur kata dan berperilaku. Dengan demikian keindahan dalam tari Baksa Kambang tidak hanya dapat dilihat dari geraknya saja, tetapi juga dapat dilihat pada iringan, rias dan busana.
Kata Kunci : Estetika, Tari Baksa Kambang, Kalimantan Selatan
Tidak tersedia versi lain