Tugas Akhir
Perancangan Interior Mardliyyah Islamic Center UGM Yogyakarta
Jogja City of Tolerance, Merupakan gelar baru yang disandang Yogyakarta setelah dijuluki sebagai kota pelajar, kota budaya, dan kota sepeda. Hal tersebut dikatakan sesuai dengan realita dan harapan warga Yogyakarta. Namun pada fakta di lapangan yogyakarta menempati posisi ke enam dengan jumlah 37 kasus intoleran di Indonesia, yang sebelumnya terdapat satu kasus di 2013, khususnya tentang kebebasan beragama. Menanggapi hal tersebut UGM melalui program pembangunannya mendirikan Mardliyyah Islamic Center yang diharapkan menjadi wujud dari penerapan praktik toleransi antar umat beragama. Metode perancangan mengacu pada metode milik Rosemary Kilmer dan Otie Kilmer, 2014. Proses desain dibagi menjadi dua tahap yaitu Analisis dan Sintetis. Perancangan ini dibuat dengan memberikan batasa ruang yang tegas dan memberikan kerapatan akustik dengan tujuan sebagai batasan visual dan distraksi audio sehingga tercapai makna sebuah tolerensi, serta menerapkan prinsip universal desain. Konsep ini didukung dengan penggunaan gaya interior Kontemporer yang diselaraskan dengan gaya dari bangunan Mardliyyah Islamic Center sehingga memberikan interior yang mewakili citra dari bangunan.
Tidak tersedia versi lain