Tugas Akhir
Ladrang Teguh Jiwa Laras slendro Patet sanga karya Raden Wedono Yohanes Larassumbogo kajian garap
Skripsi yang berjudul “Ladrang Teguh Jiwa Laras Slendro Patet Sanga
Karya Raden Wedono Yohanes Larassumbogo Kajian Garap” membahas tentang
garap gending yang menggunakan ilustrasi musikal yang menggambarkan suasana
peperangan. Penulisan ini membahas tentang struktur sajian dan pola garap serta
tujuan dan fungsi penciptaan Ladrang Teguh Jiwa. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu kualitatif analisis latar belakang penciptaan gending, fungsi
sosial, serta analisis garap Ladrang Teguh Jiwa laras slendro patet sanga.
Ladrang Teguh Jiwa laras slendro patet sanga merupakan salah satu
repertoar gending gaya Yogyakarta. RW. Y. Larassumbogo menciptakan Ladrang
Teguh Jiwa untuk memperingati adanya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.
Ladrang Teguh Jiwa menggunakan garap musikal yang unik, selain itu Ladrang
Teguh Jiwa juga menggunakan cakepan yang terikat oleh guru lagu, guru
wilangan, serta guru gatra pada macapat Kinanthi. Garap dari Ladrang Teguh Jiwa
terdapat garap yang tidak merujuk pada patet maupun laras, yaitu pada bagian
ilustrasi musikal yang menggambarkan suasana peperangan yang diperkuat oleh
adanya improvisasi garap yang rumit.
Hasil penelitian ini memuat kesimpulan, bahwa Ladrang Teguh Jiwa
mengungkapkan rasa patriotisme dan perjuangan yang didukung oleh garap
balungan khusus pada ilustrasi peperangan dan garap improvisasi ricikan
pendukung dengan tujuan mencapai rasa musikal genting, kacau, dan gagah. Rasa
patriotisme juga didukung oleh cakepan gerongan.
Tidak tersedia versi lain