Tugas Akhir
Transformasi Cerita Prabu Watugunung dalam Motif Batik pada Kebaya
Cerita wayang telah populer dikalangan masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Namun seiring berkembangnya zaman, banyak masyarakat tidak tahu mengenai cerita wayang seperti contohnya cerita Prabu Watugunung Raja Kerajaan Gilingwesi yang kisahnya merupakan asal-usul wuku. Wuku dikenal dalam istilah weton (tanggal Jawa) atau paringkelan di masyarakat Jawa. Visualisasi cerita Prabu Watugunung menjadi sumber ide motif batik sebagai bahan pembuatan Busana Kebaya. Memecahkan masalah pembuatan karya menggunakan metode-metode yang dapat membantu dalam proses penyelesaian karya tersebut. Metode yang digunakan yaitu metode penciptaan meliputi: metode pengumpulan data, analisis data, perancangan, dan perwujudan. Penerapan metode penciptaan digunakan untuk memperkuat konsep mulai dari observasi hingga perwujudan karya. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini mengerjakan tujuh buah karya. Keseluruhan karya memiliki judul yang saling berkesinambungan dengan penggambaran karakteristik yang berbeda. Penerapan batik pada busana kebaya bertujuan untuk memperkenalkan cerita wayang, khususnya cerita Prabu Watugunung.
Kata kunci : Batik, Prabu Watugunung, Busana Kebaya
Tidak tersedia versi lain