Tugas Akhir
Wanda Ugalan
Karya tari yang berjudul Wanda Ugalan merupakan karya baru yang terinspirasi dari karakteristik tokoh Bapang pada pertunjukan Wayang Topeng Malang. Karya ini memvisualisasikan tentang terbentuknya topeng Bapang mulai dari proses pembentukan hingga menjadi wujud topeng yang memiliki karakteristik gagah, ugal-ugalan, dan sombong. Karakteristik tersebut dilihat dari tipologi topeng yang memiliki warna merah, bentuk mata thelengan, hidung bapangan, mulut membuka ke samping, serta bentuk hewan naga pada aksesoris topeng atau jamangan. Kemunculan tokoh Bapang pada pertunjukan Wayang Topeng Malang merupakan simbolisasi penolak bala serta menjadi tokoh pelindung. Kemunculan Bapang sebagai cara untuk mengkonsentrasikan diri masyarakat agar terhindar dari mara bahaya. Wanda Ugalan merupakan judul pada karya tari yang diciptakan dengan tema karakteristik tokoh Bapang. Visual karakteristik tokoh Bapang diciptakan berdasarkan rangsang visual dan kinestetik yang dikemas dengan tipe dramatik. Struktur karya tari Wanda Ugalan dibagi menjadi 6 adegan. Karya tari Wanda Ugalan ditarikan oleh lima orang penari berjenis kelamin laki-laki. Proses penciptaan karya tari ini dilakukan dengan menerapkan metode yang dikemukakan oleh Alma M. Hawkins yaitu dengan tahap eksplorasi, improvisasi, komposisi, evaluasi. Metode lain yang digunakan yaitu tahap mengalami/mengungkapkan, melihat, merasakan, mengkhayalkan, mengejawantahkan, hingga proses pembentukan. Metode tersebut dilakukan guna memperkaya cara dalam proses penciptaan karya tari. Proses penciptaan direalisasikan dengan wujud koreografi kelompok.
Tidak tersedia versi lain