Tugas Akhir
Peran Iringan Gamelan Pada Prosesi Sabetan Jago Studi Kasus : Ritual Ujungan di Banjarnrgara.
Ujungan merupakan ritual yang menarik, dimana karakteristik rangkaian
prosesinya yaitu sabetan. Membicarakan proses sabetan, maka tidak bisa lepas
dari konteks gamelan sebagai iringan yang mampu menciptakan suasana atau
kondisi psikofisiologis jago seperti tidak merasakan rasa sakit dan
membangkitkan pengelolaan emosi menjadi sebuah akibat yang layak untuk
dikaji. Secara aspek emosional, iringan gamelan mampu mempengaruhi kondisi
psikoemosional jago sehingga memberikan peluang untuk melakukan penelitian
dalam wilayah relasi iringan gamelan dan sabetan. Oleh karena itu fokus
penelitian adalah peran iringan gamelan pada prosesi sabetan di Ujungan.
Schater-Singer menjelaskan bahwa ada dua aspek yang membangkitkan
emosi yaitu melalui respon fisiologi dan konsep intepretasi orang tersebut.
Konsep ini dipergunakan untuk menjelaskan kondisi atau respon yang dialami
jago ketika sabetan, berupa luka bahkan mengeluarkan darah sebagai salah satu
hal yang dianggap kurang sesuai dengan kondisi ideal. Adanya proses sabetan dan
sebuah ritual, maka penelitian ini menggunaan metode kualtatif dengan
pendekatan studi kasus, yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa
obeservasi dan wawancara sedangkan analisis data menggunakan teknik Miles-
Haberman.
Penelitian ini menunjukkan bahwa peran iringan gamelan pada prosesi
sabetan memberikan dampak terhadap kesadaran Jago dan memberikan motivasi
dalam mengelola emosi jago ketika sabetan serta untuk pengakhiran konflik horizontal.
Tidak tersedia versi lain