Tugas Akhir
Perancangan Motion Graphic Media Edukasi Cagar Budaya di Kota Surakarta
Cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu
dilestarikan. Pelestarian cagar budaya merupakan kesadaran bersama, baik dari
pihak pemerintah maupun warga masyarakat. Di Solo, sempat terjadi penolakan
oleh warga mengenai kejadian yang menyangkut perubahan alih fungsi lahan
cagar budaya bekas pabrik es Saripetodjo yang akhirnya saat ini dijadikan pusat
perbelanjaan. Perlu ada pemahaman bersama mengenai cagar budaya. Di zaman
saat ini, upaya edukasi mengenai cagar budaya memerlukan media yang mampu
menarik perhatian. Pemilihan media yang menarik dapat pula mempermudah
masyarakat untuk mengenali kekayaan cagar budaya yang ada di kota Solo
karena pasti proses pemberian informasi menjadi tidak membosankan
Motion graphic merupakan salah satu media yang dirasa sesuai di zaman
yang cepat dengan mobilitas yang tinggi saat ini, yang memerlukan output media
yang mudah untuk diakses oleh calon penonton. Proses perancangan ini diawali
dengan pengumpulan data, pengumpulan referensi, pembuatan script dan
storyboard hingga proses visualisasi secara digital. Dengan konsep desain
modern-retro yang diangkat, pemilihan typeface dan gaya visual dibuat agar
tetap harmonis dengan tujuan untuk menarik perhatian generasi saat ini sehingga
tidak membosankan.
Hasil dari perancangan ini adalah 5 serial motion graphic yang
menjelaskan beberapa contoh bangunan cagar budaya di kota Solo, termasuk 1
seri intro untuk mengenalkan definisi cagar budaya dan kategorinya serta pegiat
cagar budaya di kota Solo.
Tidak tersedia versi lain