Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Makna Mongot dalam Pepongoten Pada Prosesi Perkawinan Suku Gayo Kabupaten Aceh Tengah

OCKTARIZKA, Tria - Nama Orang;

Ratapan atau lamentasi biasa dilakukan untuk meratapi kepergian orang meninggal bahkan dengan cara bernyanyi sambil mengelilingi jenazah. Lamentasi tidak hanya berkaitan dengan konteks kematian, namun juga ditujukan pada pengalaman kesedihan, kehilangan, dan keterasingan. Bentuk lamentasi yang dilakukan oleh masyarakat suku Gayo ditujukan untuk upacara perkawinan. Masyarakat Gayo menyebut seni tutur tradisi yang bergaya lamentasi tersebut dengan nama pepongoten. Seiring pesatnya perkembangan Islam di Aceh, pepongoten sudah tidak dilakukan dalam prosesi kematian karena hal tersebut bertentangan dalam ajaran dan norma Islam. Akan tetapi pepongoten sudah jarang ditemui di era modernisasi. Suku gayo sudah jarang menggunakan pepongoten dalam adat perkawinan. Kini pepongoten sudah dijadikan sebuah seni pertunjukan. Munculnya pepongoten dalam pentas pertunjukan memungkinkan adanya makna yang berbeda dari bentuk pepongoten. Sehingga menarik perhatian penulis untuk mengetahui makna dari dihadirkannya pepongoten tersebut dalam upacara perkawinan serta untuk melihat seberapa pentingkah hal tersebut dalam masyarakat Gayo. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori makna oleh Wendell Johnson. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh data yang relevan serta menjawab rumusan masalah. Hasil yang diperoleh dari lapangan adalah pepongoten sudah dianggap tidak terlalu penting dilaksanakan di dalam upacara perkawinan, hal tersebut ditandai dengan respon masyarakat yang mengatakan bahwa tidak mengapa jika hal tersebut tidak dilakukan. Lalu hadirnya pepongoten atau sebuku dari ranah ritual ke ranah pertunjukan dikarenakan usaha pemerintah dan masyarakat untuk menjaga seni tutur tersebut agar tidak sepenuhnya hilang. Agar para generasi baru masih mengetahui bahwa ada produk seni tersebut di daerah mereka, karena pepongoten tersebut bermakna sebagai gambaran kesantunan seseorang yang masih memegang ketentuan adat agar terhindar dari sumang (hal-hal yang dianggap tidak baik dalam pandangan adat).


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi TES/MB/Ock/m/2018
KT20191242
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - BACA DI TEMPAT
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TES/MB/Ock/m/2018
Penerbit
Yogyakarta : PPS ISI Yk.., 2018
Deskripsi Fisik
ix, 58 hal.: ilus., lamp.; 30 cm.
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Musik barat
pepongoten
Mongot
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Jurnal
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik