Buku Teks
Inkulturasi Musik Liturgi II
Inkulturasi bukan suatu trend baru. Dalam sejarah musik gereja, proses inkulturasi berlangsung terus menerus. Pusat Musik Liturgi didirikan tahun 1971 di Yogyakarta dengan tujuan untuk memperkembangkan musik Gereja Indonesia. Atas dorongan Bp. Paul Widyawan yang sejak awal fokusnya pada alat musik kolintang, angklung, keroncong dan kemudian gamelan yang dijadikan inspirasi untuk menciptakan lagu-lagu inkulturasi. Buku ini memakai skema yang sama seperti dalam buku terbitan pertama, 1999: dalam sorotan tentang budaya ali diperlihatkan nilai-nilai yang termuat dalam musik tradisional, kemudian disajikan langkah-langkah dan hasil inkulturasi musik liturgi serta suatu refleksi.
Tidak tersedia versi lain