Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Visualisasi Hubungan Perilaku Manusia, Hutan, Dan Lebah Madu Dalam Kriya Seni

SUARDINA, I Nyoman - Nama Orang;

Topik “Visualisasi Hubungan Perilaku Manusia, Hutan, dan Lebah Madu dalam Kriya Seni”, diangkat dari wacana keseharian tentang perilaku manusia yang dapat dikatagorikan merusak alam, yakni menebang dan membakar hutan (deforestasi) yang tidak didasari pertimbangan kelestarian. Perilaku tersebut menyebabkan kondisi hutan semakin kritis, yang ditunjukkan dengan luas tutupan hutan yang makin berkurang dari waktu ke waktu. Dampak langsung dari kerusakan hutan adalah terganggunya tata hubungan alamiah keanekaragaman hayati (biodiversitas) dalam kawasan hutan, salah satunya adalah kehidupan lebah madu hutan. Hubungan alamiah antara lebah madu hutan dengan hutan belantara sangat erat, lebah madu berperan dalam siklus tumbuh-kembang pepohonan (vegetasi) hutan, sedangkan hutan adalah tempat hidup lebah madu untuk mencari makan dan membuat sarang. Tata hubungan ini merupakan salah satu kunci dari keseimbangan alam/ekosistem, yang dapat dipandang sebagai sebuah keindahan dalam kehidupan. Masalah tersebut memunculkan gagasan untuk menciptakan karya kriya seni, yang diharapkan dapat merepresentasikan kegelisahan pada permasalahan tersebut. Gagasan tentang konsep penciptaan terbentuk ketika dirasakan terjadi hubungan yang tidak harmonis antara manusia dengan hutan dan lebah madu. Ketiga elemen ini, menjadi inspirasi bentuk karya kriya seni yang diciptakan. Hal ini merupakan sebuah gagasan bentuk karya kriya seni dengan pendekatan pada bentuk hubungan makhluk hidup. Pendekatan ini sejalan dengan pendapat Langer, yang menyatakan bahwa hanya dengan mencari bentuk metafora tentang makhluk hidup, setiap seniman menemukan kehidupan, vitalitas atau sesuatu yang hidup di dalam sebuah karya seni yang baik, dan itu adalah roh karya seni. Konsep penciptaan karya kriya seni ini didukung oleh metode penciptaan Gustami yang didasarkan tiga tahap, yakni eksplorasi, perancangan, dan pembentukan. Temuan terpenting dalam proses penciptaan ini, (1) Konsep bentuk karya kriya seni yang terinspirasi dari hubungan perilaku manusia, hutan, dan lebah madu; (2) Bentuk figur/objek yang unik yang dihasilkan dari eksplorasi mendalam dari data yang didapat dalam hubungan perilaku manusia, hutan, dan lebah madu. Hal tersebut terwujud dalam empat buah variasi bentuk karya kriya seni yang diberi judul: “Imaji Kegersangan”, “Berteriak”, “Sekuntum Bunga”, dan “Yang Kuat Memakan yang Lemah”; (3) Konstruksi sentrifugal yang diterapkan dalam karya Sekuntum Bunga merupakan penerapan teknik alternatif dalam mengeksplorasi sekuntum bunga yang berayun dihinggapi lebah. Penciptaan karya kriya seni ini, secara akademis dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan kepekaan dan kemampuan merumuskan konsep penciptaan sesuai masalah hidup yang dihadapi, hasilnya dapat pula dijadikan model pembanding, sehingga dalam proses penciptaan yang lain dapat dilahirkan bentuk-bentuk ciptaan kriya seni yang lebih bervariasi.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi DIS/PSR/Sua/v/2014
DIS17070949
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
DIS/Sua/v/2014
Penerbit
Yogyakarta, PPS ISI Yogyakarta : PPS ISI Yogyakarta., 2014
Deskripsi Fisik
xvii, 114 hal., ilus., lamp.; 30 cm
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Deforestasi, Hutan, Lebah Madu, Kriya Seni, eksplo
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik