Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Wa Kaa Kaa

Ochtaviani M., Wa Ode Eva - Nama Orang;

Pemimpin sebuah kerajaan biasanya adalah laki-laki. Laki-laki dirasa
pantas mengemban tugas besar sebagai orang yang berkuasa di sebuah kerajaan.
Berbeda dengan yang terjadi di kerajaan Buton Provinsi Sulawesi Tenggara yang
memiliki raja pertama seorang perempuan. Berdasarkan sejarah dan cerita rakyat
yang berkembang raja pertama pulau Buton lahir dari sebuah buluh gading
(bambu kuning) yang bernama Wa Kaa Kaa. Wa Kaa Kaa merupakan sosok
perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa bagaikan bulan purnama
sehingga membuat laki-laki yang melihatnya menjadi tunduk di hadapannya.
Melihat hal tersebut para pemuka adat memutuskan untuk menjadikan Wa Kaa
Kaa sebagai raja pertama di Pulau Buton yang memerintah ± 34 tahun. Karya ini
akan diberi judul “Wa Kaa Kaa” dalam silsilah Buton perempuan bangsawan
memiliki nama depan Wa Ode dan laki-laki La Ode. Raja pertama pulau Buton
bernama Wa Kaa Kaa, “Wa” dalam bahasa Buton berarti dia perempuan dan
kaakaa / aka berarti kakak. Apabila diartikan nama Wa Kaa Kaa memiliki arti
kakak perempuan dan nama tersebut dianggap penata memiliki daya tarik.
Memiliki kecantikan yang luar biasa Wa Kaa Kaa mempunyai sifat cerdas,
bijaksana, berani dan tangguh. Dengan kecantikan yang dimilikinya mampu
membuat laki-laki tunduk kepadanya dimanfaatkan untuk dapat membuat orang
tunduk terhadap perintahnya, hal ini menunjukkan bahwa kecantikan seorang
perempuan ketika dimanfaatkan dengan baik dan benar dapat berguna bagi
kehidupan orang lain seperti memimpin kerajaan.
Setelah menjadi raja, Wa Kaa Kaa menikah dengan Sibatara yang
merupakan anak dari Raja Manyuba yang berasal dari Majapahit. Perkawinan
meraka dikaruniai tujuh orang anak, setelah menikah sekian lamanya tiba-tiba
diketahui bahwa Sibatara menikah lagi dengan perempuan lain di Baluwu. Wa
Kaa Kaa tidak mampu menutupi kekecewaannya terhadap Sibatara kemudian
memutuskan untuk kembali ke kayangan membawa enam orang anaknya. Sosok,
sifat, dan sejarah Wa Kaa Kaa dianggap menarik bagi penata, karena tidaklah
mudah bagi seorang perempuan untuk memimpin kerajaan dan harus bersikap
tenang, sabar dan menutupi sakit hati kepada suaminya. Sosok dan sifat yang
dimiliki Wa Kaa Kaa akan ditransformasikan ke dalam tubuh sebagai instrumen
tari dan disajikan dalam bentuk koreografi kelompok dengan sembilan orang
penari terdiri dari delapan penari perempuan dan satu penari laki-laki. Satu penari
laki-laki merupakan representasi Sibatara, satu penari perempuan sebagai sosok
Wa Kaa Kaa, enam penari lainnya merupakan jumlah anak yang dibawa Wa Kaa
Kaa kembali ke kayangan, satu penari perempuan merupakan istri kedua Sibatara.

Kata kunci: Wa Kaa Kaa, Cantik, Raja Pertama Buton


Ketersediaan
#
Ruang Tandon Lt 3 ST.PCT/Och/w/2017
ST.PCT170705936
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - BACA DI TEMPAT
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ST.PCT/Och/w/2017
Penerbit
Yogyakarta : FSP ISI Yogyakarta., 2017
Deskripsi Fisik
xvii, 164 hal.;ilus.;bib.;lamp.;30 cm
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
ST.PCT
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Sulawesi Tenggara
Penciptaan Tari
bangsawan perempuan
Info Detail Spesifik
Bibliografi: hal. 61-62 Ada naskah publikasi cetak
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik