Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Branding tempat : membangun kota, kabupaten, dan provinsi berbasis identitas

Buku Teks

Branding tempat : membangun kota, kabupaten, dan provinsi berbasis identitas

YANANDA, M Rahmat - Nama Orang;

City branding atau branding kota merupakan perangkat baru dalam pembangunan wilayah untuk meningkatkan daya saing menghadapi kompetisi global. Sebagai perangkat,branding kota adalah kelanjutan dari pemasaran tempat (place marketing), yang telah dilakukan banyak kota - kota dunia. Branding dan pemasaran tempat berkembang sejalan dengan globalisasi. Dan city branding bukanlah praktik manajemen baru dalam penyelenggaraan kota. Praktik - praktik pemasaran kawasan atau lokasi telah diterapkan untuk menjual destinasi (wisata), kawasan industri, dan perumahan. Pemasaran tempat menjadi penting penting karena globalisasi ekonomi telah menjadikan kota sebagai nodal strategis. Buku ini terbagi dalam 5 bab : Bab 1 membahas tentangperkembangan pembangunan kota yang meliputi dominasi perkotaan, pembangunan kota, spesialisasi dan tipologi kota dan kawasan perkotaan, perencanaan kota, city branding dan kepemimpinan. Bab 2 membicarakan tentang citra dan identitas kota meliputi mengapa kota butuh citra ?, brand dan place branding, membangun identitas kota, kerangka kerja brand tempat, teknik branding kota : apakah cukup dengan slogan ?, pengukuran identitas dan brand kota, membangun brand kota, membangun identitas. Bab 3 tentang evaluasi citra kota membahas citra kota di indeks, kota menurut persepsi pemangku kepentingan kota, citra kota di media, cara lain menilai citra kota, studi kasus : citra Jakarta, Bandung dan Surabaya di Media , epilog. Bab 4 mengenai pengalaman kota dengan city branding menjelaskan tentang new york, Paris, Kuala Lumpur, Hong Kong, Singapura, Accra. Bab 5 menjelaskan tentang branding tempat di Indonesia menjelaskan tentang otonomi daerah, manajemen publik, paradigma baru manajemen publik, penduduk kota : warga (citizens), konsumen dan pelanggan, penerapan city branding.


Ketersediaan
#
Ruang Tandon Lt 4 725.13 Bra c.1
BK201721644
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - BACA DI TEMPAT
#
Ruang Sirkulasi 725.13 Bra - c.2
BK202028896
Tersedia
#
Ruang Sirkulasi 725.13 Bra - c.3
BK202028897
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
725.13 Bra
Penerbit
Jakarta : Makna Informasi., 2014
Deskripsi Fisik
viii, 244 hal.: ilus., 23 cm
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
978-602-70544-0-0
Klasifikasi
700
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kota
membangun
kabupaten
provinsi
Branding tempat
Info Detail Spesifik
Di dalam buku ini dituliskan bahwa sebagai konsep baru branding kota tidaklah harus menunggu suatu daerah seperti kota, kabupaten dan provinsi maju secara ekonomi. Ada daerah yang secara ekonomi masih berbasis pertanian, manufaktur danjasa serta perdagangan. Perbedaan basis ekonomi tidak menghambat daerah-daerah tersebut memanfaatkan perangkat branding dalam pembangunan daerah. Karena pembangunan yang memanfaatkan branding berbasiskan identitas atau karakter dari daerah atau wilayah. Identitas atau karakter adalah dasar pembangunan yang memaksimalkan keunggulan komparatif. Keunggulan komparatif menjaga setiap tempat dan lokasi di permukaan bumu memiliki daya tawar dengan tempat dan lokasi lainnya. Akan tetapi, keunggulan berbasis identitas yang memunculkan daya saing tersebut bila diselenggarakan sejalan dengan kepentingan warga akan membuka keunggulan komparatif.
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik