Tugas Akhir
GAMELAN SEKATEN DALAM RITUS MASYARAKAT TRUSMI CIREBON
Kota yang menjadi bagian dari jalur sutra perdagangan di tanah Jawa,
menjadikan banyak pendatang yang hijrah ke Cirebon untuk menjalani usaha dan
juga menetap dengan kurun waktu yang lama. Difusi budaya pun berkembang dan
saling bersinggungan satu sama lain, tetapi tidak saling tumpang tindih antara satu
budaya dengan budaya lainnya. Perpaduan budaya inilah yang menjadikan
Cirebon mempunyai kebudayaan yang khas. Tergambar jelas pada berbagai
macam kesenian yang berkembang di kota tersebut.
Di tengah arus mobilitas masyarakat Cirebon yang tinggi, Gamelan
Sekaten masih terdengar gaungnya walaupun hanya sebagian masyarakat yang
mengetahui. Hadirnya kesenian tersebut melahirkan sebuah fenomena masyarakat
yang mempunyai cara-caranya tersendiri untuk mempercayai hal tersebut, salah
satunya masyarakat Desa Trusmi yang selalu hadir ketika gamelan ini pertama
kali dibunyikan. Mereka rela untuk berjalan kaki selama berjam-jam demi
melaksanakan sebuah tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.
Pihak keraton yang begitu konservatif, membuat gamelan ini masih
terawat dengan baik dari segi fisik instrumennya maupun regenerasi para
penabuhnya. Sosok kharismatik seorang Sunan Gunung Jati menjadikan Gamelan
Sekaten mempunyai kekuatan histori yang membekas pada masyarakat Cirebon
khususnya masyarakat Trusmi. Selain itu, mitos-mitos yang melingkupi Gamelan
Sekaten menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mempercayainya.
Tidak tersedia versi lain