Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Ritual Ngguyang Jaran Di Paguyuban Jathilan Mardi Raharjo : Sebuah Ritus Peralihan

PUDYASTUTI, Malinda - Nama Orang;

Ritual ngguyang jaran merupakan salah satu wujud kegiatan tradisi di Dusun Metes Desa Argorejo Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Ritual tersebut dipahami oleh masyarakat sebagai sebuah kegiatan atau aktifitas yang sarat akan simbol. Sebagaimana upacara tradisi pada umumnya, ritual ngguyang jaran identik dengan tindakan atau perilaku manusia yang cenderung ‘tidak biasa’. Hal yang dianggap tidak biasa tersebut, ditunjukkan melalui tahapan upacara yang tersusun menjadi rangkaian pelaksanaan ritual ngguyang jaran. Rangkaian tersebut diawali dengan pengambilan air di Sendang Klangkapan. Air tersebut digunakan untuk memandikan properti-properti pertunjukan. Kemudian sisa air tersebut diminum oleh seluruh anggota komunitas. Akhir dari rangkaian ritual ngguyang jaran ditandai dengan makan tumpeng dan pertunjukan kesenian rakyat Jathilan Wolu. Pelaku ritual merupakan aspek penting dalam tahapan upacara tersebut. Dimana tahapan upacara sebagai tindakan manusia, merupakan wujud perilaku yang dihasilkan oleh pelaku ritual. Perilaku tersebut mempengaruhi pola pemikiran masyarakat.Korelasi antara perilaku dengan pola pemikiran menghasilkan sebuah alur kondisi tertentu, dimana kondisi tersebut terus beralih (mengalami peralihan) dari tahap atau fase ke tahap atau fase selanjutnya. Untuk memandang ritual ngguyang jaran sebagai ritus peralihan, maka digunakan konsep yang diutarakan oleh Victor Turner. Ritus peralihan (rites de passage) menurut pandangan Turner terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu separasi (pemisahan), liminal (ambang batas - ambigu) dan integrasi (penyatuan). Struktur ritus tersebut digunakan untuk memandang rangkaian ritual ngguyang jaran, dalam 3 (tiga) bagian, yang masing-masing fase menentukan kondisi pelaku ritual. Konsep ini menunjukkan perjalanan sebuah alur kondisi manusia dari proses pemisahan, kemudian mengalami ambigu pada puncak ritual, namun kembali mengalami penyatuan dengan kehidupan profannya. Keberadaan tahap upacara yang diolah dengan konsep peralihan yang diutarakan oleh Turner, menghasilkan poin-poin pokok.Poin-poin pokok tersebut merupakan bentuk alur kondisi masyarakat.Alur kondisi tersebut menyimbolkan kondisi masyarakat dari kosong, kemudian melakukan suatu proses pencarian dan memperoleh hasil yang membuat kondisi masyarakat menjadi lebih berisi secara emosional.Berisi secara emosional dipahami sebagai bentuk keyakinan masyarakat setelah melalui proses ritual yaitu, telah menjadi baru dan bersih. Pemaknaan bersih dan baru merujuk pada keberadaan simbol dari ritual ngguyang jaran sebagai wujud kesejahteraan (kebaikan, keselamatan, ketentraman dan kemurahan rezeki).


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi ST.PKJ/Pud/r/2017
ST.PKJ170205189
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - BACA DI TEMPAT
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ST.PKJ/Pud/r/2017
Penerbit
Yogyakarta : FSP ISI Yogyakarta., 2017
Deskripsi Fisik
xv, 159 hal.: ilus., not.; 30 cm.
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
ST.PKJ
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
jathilan
Seni Tari - Pengkajian
Ritus Peralihan
Info Detail Spesifik
Ada jurnal cetak
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik