Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Estetika Bentuk dan Makna Simbol Pada Elemen Interior Gereja Puhsarang Kediri

Agoestin Kemalawati - Nama Orang;

Gereja Puhsarang, Kediri, Jawa Timur,dirancang oleh Henricus Maclaine Pont dan dibangun atas prakarsa Pastor H. Wolters C.M.pada tahun1936 hingga tahun1937.Gereja ini memiliki bentukunik sehingga menarik perhatin luas di Indonesia. Sebagian besar tulisan menyatakan bahwa Gereja Puhsarang adalahsebuah hasil inkulturasibudaya karena menghadirkan bentuk yang mengacu pada arsitekturMajapahit yang disatukan dengan gaya dari daerah lain di Indonesiadalam bingkaikonsep keimananKatolik. Pendapat dalam tulisan tersebut tidak sepenuhnya benar karena elemenEropa juga hadir pada arsitektur gereja ini, demikian juga pada interiornya. Hal inilah yang menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal di atas, ada beberapa masalah yang perlu dirumuskan dalam rangka penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakahestetika bentukarsitektur dan interior Gereja Pusharang?, (2) Apa makna simbol pada elemen interior Gereja Puhsarang ? Penelitian ini menggunakan pendekatan historis, inkulturasi budaya, estetika, dan ikonografi. Pendekatan historis akan menyangkut pembahasan tentang asal-usul bentuk gereja dan perkembangan fungsionalnya sejak didirikan hingga sekarang. Pendekatan inkulturasi budaya akan menyangkut pembahasantentang percampuran bentukpada Gereja Puhsarang beserta interiornya. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentukpada arsitektur dan interior Gereja Puhsarang, bagaimana bentuktersebut ditampilkan sehingga bisa menarik perhatian dan memiliki ciri khas. Pendekatan ikonografi akanmenyangkut pembahasan tentang makna simbol yang terdapat pada Gereja Puhsarang melalui tiga tahap ikonografi, yaitu deskripsi pra-ikonografis, analisis ikonografis, dan interpretasi ikonologis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Gereja Puhsarang dan interiornya serta elemen pengisi ruang dan elemen hias di dalamnya tidak sepenuhnya dipengaruhi olehEstetikabentukyang berasal dari budaya Majapahit dan budaya tradisional tertentu di Indonesia (dalam hal ini pengaruh bangunan tradisional Batak Karo) tetapi juga dipengaruhi oleh Estetika bentuk dari budaya Eropa.Pengaruh budaya Eropa pada aspek arsitektur tampak pada penggunaan konstruksi besi yang menonjol pada bagian luar bangunan. Jika dilihat secara keseluruhan dari luar, tidak hanya bentuk atapnya saja yang dominan, tetapi juga bentuk konstruksi besinyadan hal ini tidak boleh dilupakan.Pengaruh budaya Eropa juga tampak pada interior gereja yang dindingnya menggunakan batu bata ini, seperti tampak padaelemen hias seperti Patung Maria dan Patung Yesus. Meskipun kedua patung ini dibuat dengan proporsi tubuh Indonesia, tetapi bentuk manusianya masih mengacubentuk manusiaEropa. Relief pada altar juga menampilkan bentuk singa yang digambarkan seperti cara orang Eropa membuat bentuk singa. Jelaslah bahwa bentuk arsitektur dan interior beserta elemen hias pada Gereja Puhsarang tidak hanya dipengaruhi oleh percampuran bentukyang berasal dari arsitektur Majapahit dan lokal tetapi juga dipengaruhi oleh bentuk Eropa


Ketersediaan
#
Ruang Tandon Lt 3 TES/DI/Kem/e/2014
TES160900942
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - KOLEKSI TANDON LT 3
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TES/DI/Kem/e/2014
Penerbit
Yogyakarta : Program Pascasarjana ISI Yk., 2014
Deskripsi Fisik
xiii, 101 hlm.: ilus.; lamp.; 30 cm
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
TES/DI/
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
interior
Arsitektur
Estetika
Desain
Ikonografi
Gereja Puhsarang,
inkulturasi budaya
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik