Tugas Akhir
Penyutradaraan Naskah Gending Sriwijaya Karya Hanung Bramantyo
Keterikatan antara sejarah, seni dan kebudayaan merupakan cerminan
peristiwa yang memiliki jiwa atau roh masing-masing, manusia sebagai pribadi
diri menjadi pelaku utamanya. Daya imajinasi mengungkap secara tersirat
peristiwa-peristiwa tersebut dan menghadirkannya dalam bentuk karya seni
sebagai wujud representasi dari peristiwa sejarah dan kebudayaan.
Teater tradisional Dulmuluk sebagai salah satu warisan budaya di
Sumatera Selatan dijadikan sebagai salah satu unsur pendukung pada pertunjukan
teater Gending Sriwijaya. Dalam hal wilayah penyutradaraan Naskah dihadirkan
menjadi suatu pertunjukan pentas yang menampilkan cerita, suasana, pikiran-
pikiran dan opini dalam cara yang efektif, hingga mampu membawa penontonnya
dalam suatu komunikasi teatral.
Sutradara dengan wilayah kerja sebagai penemu dan penafsir utama
naskah, secara kreatif menciptakan kondisi kerja ensambel, membantu para
pemeran mewujudkan bentuk peran, membantu tata artistik para pekerja teater
lainnya dalam usaha-usaha menuju kerja kreatif. Gending Sriwijaya hadir dalam
dunia imajinasi penulis dan diterjemahkan oleh sutradara ke atas panggung dalam
bentuk laku teater.
Tidak tersedia versi lain