Buku Teks
Kaldu ikan : komik Indonesia + Jepang
Di pertengahan era 1990-an, komik Indonesia memulai lagi perkembangannya dengan prodüksi komik kecil-kecilan yang sporadis. Karena telah lama absennya terbitan komik lokal, ditambah pengaruh komik-komik İnternasional yang pelan-pelan maşuk ke Indonesia, muncullah komik-komik terbitan independen tiruan Eropa dan Amerika yang lebih kental ekspresi personalnya, konsep yang tentü lebih diminatİ komikus dari Yogyakarta dengan basis seni rupa (sok seniman). Pada saat bersamaan, muncul pula komik-komik tiruan Amerika dan Jepang dengan konsep superheronya yang lebih diminatİ oleh komikus Jakarta dan Bandung. İni membuktikan, kita memang sebenarnya tidak pernah kehilangan atau kehabisan tukang gambar yang super handal. Saat itu, penerbitan yang mampu menerbitkan terbitan secara massal belum ada yang tertarİk dengan perkembangan komik lokal ini. Ditambah dengan semangat heroisme dan sedang trendnya kata "alternative", "independen” dan "non mainstream” (meşki saat itü yang mapan dan mainstream tidak ada sebenarnya), menyebarlah fotokopian sederhana yang diedarkan dari tangan ke tangan, lapak ke lapak, dan dari pameran ke pameran, juga festival komik. Jumlahnya masih sangat banyak hingga sekarang. Ditambah oleh beberapa terbitan skala kecil oleh penerbİt nekad yang kebanyakan sekarang sudah menghilang entah kemana. İni menjadİ fenomena menarik ditengah prodüksi terbitan massal lokal yang sangat surut dan hantaman komik-komik prodüksi industri beşar Amerika dan Jepang yang didukung oleh penerbİt beşar dalam terjemahan dan distribusi luasnya,
Tidak tersedia versi lain