Tugas Akhir
Napel
Budaya Jember sering disebut Pendalungan yang nerupakan interaksi tiga budaya iitu: Jawa, Madura dan Osing (Banyuwangi). Identitas Pendalungan tergambar kuat 1da seni Lengger, sebuah seni barangan yang keliling pada malam hari. Karya tari ini 1engacu pada penari Lengger dari Jember yang bemama ibu Yati, keinginannya untuk tenghidupi keluarga, menyekolahkan anaknya dan hidup berkecukupan. Ada Jnsekuensi terhadap pilihannya, menyediakan menyentuh para lelaki yang terdiri rri pengojek, pedagang sayur, tukang becak sambil memberikan tengkuk/. Masyarakat menilai gatif karena bersinggungan dengan kehidupan malam dan dunia porttitusi. Koreografinya kontemporer, meskipun mengacu dari tari tradisional Jawa Timur mg dipadu dengan gerak ekspresif hasil eksplorasi tentang pergulatan batin wanita kerja malam, saat dicemooh, saat "bertopeng" menyembunyikan profesi terhadap luarga dan lingkungannya. Proses awal dilakukan observasi, merekam gambar serta awancara ke kelompok Lengger, yang menggugah ernpati sosial koreografer, kemudian menumbuhkan ide-ide kteatif untuk diwujudkan ke dalam karya tari. Napel ditarikan oleh seorang penari Wanita yang memvisualisasikan penari ngger yang mengalami konflik batin. Sebagai penguat kompleksitas dan orisinalitas hadir pula penari iengger asli Jember yaitu ibu Yati. Musiknya ditata kontemporer eh Drs. Chaerul Slamet yang berasal dari Madura. Menggunakan tata rupa panggung yang menarik ke seni instalasi yang menyimbolkan sempitnya ruang hidup Lengger
Tidak tersedia versi lain