Tugas Akhir
Beksan pethilan janaka cakil gaya yogyakarta satu tinjauan pada konsep tata hubungan gerak dengan iringan
Beksan pethilan Janak Cakil gaya Yogyakarta merupakan salah satu pethilan yang diambil dari pertunjukan Wayang Wong gaya Yogyakarta. Beksan ini pernah dipentaskan oleh K.R.T. Sindudipuro di luar Kraton Yogyakarta pada jaman pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Di samping itu mulai digemari masyarakat sejak tahun 1932.
Nampaknya pada masa-masa ini beksan pethilan Janak Cakil gaya Yogyakarta jarang tampil di tengah-tengah masyarakat, sehingga mengakibatkan masyrakat kurang mengenalnya.
Dalam beksan ini terdapat dua karakterisasi yang berbeda yakni karakter bapang dihengklik keplok asta yang berwatak sombong, dan karakter putra alus (impur) yang mempunyai watak luruh. Kedua karakter ini dilakukan dalam satu jenis ritme iringan. Bapang dhengklik keplok asta yang berwatak sombong, adalah gerak-gerak yang dilakukan untuk peran Cakil, sedangkan putra alus (impur) untuk peran Janaka.
Tidak tersedia versi lain