Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Estetika Visual dan Makna Punakawan Wayang Kulit Purwa: Semar, Gareng, Petruk dan Bagong

TANUDJAJA, Bing Bedjo - Nama Orang; Soedjono, Soeprapto - Nama Orang;

Punakawan mempunyai perjalanan sejarah panjang, sejak abad ke-12, hingga kini punakawan yang tampil dengan cirri fisik wajah khas, bisa tampil sebagai tokoh dengan berbagai peran sesuai dengan zamannya. Punawakan merupakan tokoh-tokoh ciptaan seniman Indonesia yang mampu merebut hati penonton seni pertunjukan di Indonesia mulai dari pertunjukan wayang kulit, wayang orang hingga pertunjukan melalui layar kaca. Keanekaragaman seni dan budaya di Indonesia menjadikan bentuk dan tampilan visual punakawan di setiap daerah penelitian yang berbeda, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon. Masing-masing daerah mempunyai keunikan tersendiri, baik tampilan visual maupun maknanya.
Ketika Mahabharata yang merupakan sebuah epos para bangsawan dengan tatanan yang pasti masuk dan berkembang di Jawa, maka tatanan itu tidak sepenuhnya bisa diterima dan diciptakannya sebuah bentuk protes melalui wujud Punakawan. Mereka merupakan sebuah interupsi yang menggangu konsensus atas tatanan yang memisahkan dan membagi-bagi sesame berdasarkan klasifikasi tertentu sebagai bagian keinginan yang berkuasa. Punakawan menjadi menarik untuk diteliti karena tatanan estetik yang terkait dengan kekuatan dan kekuasaan.
Melalui tahapan deskripsi praikonografis, analisis ikonografis, dan interprestasi ikonologis, serta menggunakan teori-teori pendukung yang lain dalam topik penelitian kajian budaya ini, maka dapat disimpulkan bahwa penukawan sebagai sub kultur merupakan strategi kaum tidak berdaya untuk mendefinisikan ketidak berdayaan kepada penguasa, artinya, tradisi cerita yang diperankan punakawan memberi ruang untuk kritik, untuk segala ketidakpatutan, dan untuk sikap egaliter, tapi ruang itu terpisah secara kategoris dari pusat wacara politik kekuasaan, dan merupakan bentuk pemberontakan terhadap kemapanan idiom artistic dan ideologi estetik tertentu. Punakawan diproduksi sebagai mitor yang digunakan oleh kedua belah pihak, yaitu penguasa dan rakyat yang ditafsirkan sesuai sosio kultur daerah masing-masing. Ketika dipakai oleh penguasa, mitor yang disampaikan akan sangat berbeda dengan ketika digunakan oleh rakyat.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi DES/
DES14050773
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
DIS/DK/Tan/e/2013
Penerbit
Yogyakarta : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta., 2013
Deskripsi Fisik
xiv, 205 hlm.: ill., 27 cm.
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DIS/
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Mitos
Kekuasaan
punakawan
Sub Kultur
Pemberontakan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik