Buku Teks
Negara dan Usaha Bina Negara Di Jawa Masa Lampau Studi Tentang Masa Mataram II, Abad XVI sampai XIX
Buku ini menganalisis teori dan praktik pemerintahan di Jawa pada masa Mataram II (abad ke-16 hingga ke-19), dengan fokus pada konsep kekuasaan raja dan struktur negara. Moertono mengkaji bagaimana unsur-unsur magis-religius dan administrasi teknis berperan dalam pembentukan negara Jawa. Pokok Bahasan Konsep Kawula-Gusti
Hubungan antara rakyat (kawula) dan raja (gusti) bersifat pribadi dan spiritual, mencerminkan kesatuan antara hamba dan tuan. Konsep ini menekankan bahwa kekuasaan raja bergantung pada dukungan rakyat. Kedudukan RajaRaja dianggap sebagai wakil Tuhan di dunia (kalifatullah) dalam tradisi Islam, menggantikan konsep raja-dewa dari masa Hindu. Meskipun demikian, kekuasaan raja tetap absolut dan menyeluruh. Raja Ideal
Raja yang ideal harus memiliki sifat bijaksana (wicaksana) dan mengikuti prinsip astabrata, yaitu delapan sifat dewa dalam tradisi Hindu, yang mencerminkan kebijaksanaan, keadilan, dan tanggung jawab. Struktur Pemerintahan Birokrasi kerajaan dibagi antara pusat dan daerah, dengan perbedaan status politik antara pejabat di ibu kota dan bupati di daerah. Raja mempertahankan kekuasaannya melalui berbagai cara, termasuk kekerasan, pengasingan, dan persekutuan melalui perkawinan. Aspek Ekonomi dan Keamanan
Negara memperoleh pendapatan dari pajak dan tenaga kerja rakyat. Tugas utama pemerintahan adalah menjaga ketertiban dan keamanan (tatatentreming praja), baik dari ancaman luar maupun dalam negeri.
Tidak tersedia versi lain