Detail Cantuman Kembali

XML

Perancangan Interior Bioskop Independent Buaran Theatre Jakarta Timur


Buaran Theatre merupakan bioskop independen yang resmi dibuka pada tahun 1989. Bioskop ini hanya menayangkan film dengan format reel 35mm. Ditengah-tengah maraknya bioskop dengan memberikan pengalaman baru dalam menonton, Buaran Theatre masih eksis beroperasi walaupun sepih pengunjung. Tujuan bioskop ini adalah mengembalikan citra bioskop seperti di masa kejayaan mereka di tahun 90an dan dapat menjadikannya tempat hiburan terbaik khususnya di wilayah Jakarta Timur. Perancangan ini bertujuan untuk mengembalikan citra bioskop yang telah lama pudar agar kembali mendapat kepercayaan untuk menikmati film di Buaran Theatre. Menghidupkan kembali geliat masyarakat kepada film-film lawas Indonesia khususnya yang memiliki banyak kelebihan dalam sinematografi dibandingkan dengan film produksi sekarang. Menjadikannya tempat ini bukan hanya sekedar bioskop yang menayangkan sebuah film, tetapi juga sebagai wadah berkumpul dan sharing tentang berbagai film antara komunitas-komunitas penikmat maupun praktisi film. Buaran Theare adalah bioskop kebanggaan dan hiburan berharga untuk masyarakat Jakarta Timur, maka dalam proses desain terpilihlah Ruby sebagai tema. Karya perancangan ini menggunakan metode Design Thinking oleh Sarah Gibbons yang memiliki 6 tahapan mulai dari emphatize sampai implement. Temaruby diterapkan pada penggunaan warna merah ruby di setiap ruang bioskop, baik lobby, flexible space maupun studio. Pengguaan material tile square pada dinding juga untuk mempertahankan citra bioskop sebelumnya. Flexible space merubah area 1 studio untuk dijadikan ruang berkumpul bersama untuk saling sharing dan menjadikan bioskop ini memiliki kehidupan lain selain menayangkan film tetapi juga berperan membantu memajukan perfilman Indonesia.
SETIAWAN, Firman - Personal Name
DI/Set/p/2018
S1/DI
Tugas Akhir
INDONESIA
FSR ISI Yogyakarta
2018
Yogyakarta
xviii, 102 hal.: ilus., lamp., 30 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...