Detail Cantuman Kembali

XML

Sonare Tahunduman


Dua gagasan partikular ini diaplikasikan pada delapan karya. Enam karya dalam ranah musik tonal dan dua karya lainnya di luar sistem tonal. Karya dibuat dalam beragam gaya yang merepresentasikan dialektika antara masa lalu dan masa kini, maupun antara musik seni dan musik populer. Proses penciptaan yang dilakukan terdiri dari dua tahapan utama, yaitu tahap pembentukan modus sintetis dan konsep progresi akor, dan tahap aplikasinya pada karya. Pada tahap pertama dilakukan pengumpulan informasi, lalu pembentukan modus sintetis, dan dilanjutkan dengan pembentukan konsep progresi akor. Pada tahap pembentukan modus sintetis dilakukan kajian teoretis seputar struktur tangganada/modus, sedang pada tahap pembentukan konsep progresi dilakukan kajian harmoni dengan cara analisis progresi akor pada lagu-lagu rock.
Temuan yang diperoleh ialah 17 modus sintetis yang terdiri dari 9 modus sintetis sembilan nada dan 8 modus sintetis delapan nada. Temuan dalam bentuk konsep dapat didefiniskan sebagai berikut: Sebuah modus dapat diperoleh melalui dua langkah, yaitu menurunkan modus-modus lain yang bersumber dari sebuah modus asalnya untuk selanjutnya digabung secara keseluruhan serta diseleksi nada-nada yang dianggap dominan untuk dijadikan nada-nada dalam modus yang dibentuk. Langkah berikutnya ialah menurunkan modus-modus lain yang bersumber dari modus hasil dari langkah pertamanya. Temuan progresi akor dalam bentuk konsep: Progresi akor ialah pergantian akor dari sebuah akor ke akor lain dengan kualitas akor yang bersifat opsional dan dengan kemungkinan menggunakan kombinasi interval dari seluruh tingkat kunci modus anhemitonis yang relasi utamanya memanfaatkan kesamaan nada sebagai nada poros.

KOAPAHA, Royke Bobby - Personal Name
DIS/MS/Koa/s/2016
DIS/
Tugas Akhir
INDONESIA
PPS ISI Yogyakarta
2016
Yogyakarta
xiv, 189 hal.; ilus., lamp., 30 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...