Detail Cantuman Kembali

XML

Refleksi Memori Pengalaman Pribadi Kontradiksi Menjadi Energi Berkesenian


Dalam kehidupan pasti ada kegagalan, keberhasilan, kesenangan, kesedihan,
seperti ada hitam dan putih. Tragedi yang telah teralami adalah sebuah hikmah jika kita
sudah mengalaminya. Layaknya sebuah dongeng yang memberi cerita beralur sebab
akibat, dari kisah-kisah tersebut memberi nilai kebijakan akan hal apa yang akan kita
lakukan dan bagaimana kita bersikap lebih positif layaknya pepatah, apa yang kita tanam
itulah yang akan kita panen. Dalam konsep penciptaan “Refleksi Memori Pengalaman
Pribadi: Kontradiksi Menjadi Energi Berkesenian” menceritakan tentang perjalanan
penulis dalam awal kehidupan berkesenian. Memilih profesi untuk mengarungi
kehidupan di dunia seni tidak semata-mata langsung terjadi begitu saja, namun di sini
penulis menceritakan spirit berkeseniannya yang dilaluinya dari paksaan hingga rasa
nyaman dalam berkarya itu sendiri membuatnya bangkit dengan berbagai tragedi yang
dialaminya. Penulis mengkombinasikan cerita pengalaman pribadi tersebut sebagai
media ungkap modus menanyakan berkesenian sekarang ini. Metode yang dipakai
sebagai landasan metode penciptaan adalah David Cambel dalam membantu
pengorganisasian dalam sistematis penciptaan dan dalam pemikiran Henley D untuk
merubah karya seni menjadi media terapi kejiwaan seseorang. Proses perwujudan karya
dibuat surealis yang mencerminkan nuansa alam imajinasi, juga mengkombinasikan
unsur-unsur populer untuk membantu membahasakan kegelisahan penulis ke dalam era
kekinian yang bertujuan membantu audience bisa membaca karya.
Pada hasil pengolahan ide dan gagasan menghasilkan karya berjudul ,Passion,
melancholi, dan Journey menjelaskan tentang perjalanan dari keterpaksaan hingga
menjadi energi berkesenian itu berawal, ilustrasi dari cerita menggambarkan tragedi
situasi kontradiksi antara keinginan orang tua untuk menjadi seniman dan keinginan
pribadi untuk menjadi pemusik yang bertentangan akhirnya penulis menyadari bahwa
tujuan dari pilihan orang tua untuk berkarya seni memang lebih baik. Kemujian diikuti
karya dengan judul waiting, trance, just agame, illumination, determination , dan
breakfast. Menggambarkan situasi proses di mana penulis mengarungi pengalaman
persaingan eksistensi diri di ranah seni rupa yang sangat baru dijalaninya dan penuh
kejutan dalam menjalani proses berkesenian tersebut.
Pengalaman penulis tersebut akan didongengkan melalui bahasa metafora media
seni rupa, layaknya sebuah dongeng yang diwujudkan melalui karya seni. Pada akhirnya,
Keseluruhan karya tersebut merupakan hasil usaha melahirkan karya seni yang
berkualitas, baik dari visual, intelektual penyajian dan juga bisa diharapkan menjadi
manfaat bagi masyarakat juga merangsang tindakan-tindakan pengkajian persoalan
sosial.
SEPTRIANTO, Chrisna Bayu - Personal Name
TES/SL/Sep/r/2017
NONE
Tugas Akhir
INDONESIA
PPS ISI Yk.
2017
Yogyakarta
xiv, 88 hal.: ilus.; 30 cm.
Ada jurnal cetak
LOADING LIST...
LOADING LIST...