Detail Cantuman Kembali

XML

Rock 'n roll industri musik Indonesia : dari analog ke digital


Melalui buku ini kita disuguhkan secara lengkap apa dan bagaiman perkembangan industri musik di Indonesia sejak era piringan hitam (PH), kaset, CD, hingga RBT. Termasuk pasang surut studio rekaman berikut merebaknya pembajakan lagu - lagu serta pelanggaran secara ilegal yang merugikan insan industri musik secara keseluruhan. Buku ini mengingatkan akan banyak hal, terutama perbaikan infrastruktur dalam berbagai bidang, sumber daya manusia dan kesadaran pentingnya belajar dari masa lalu,sambil menatap masa depan. Di tengah langkanya refensi industri musik Indonesia, kehadiran buku ini bagaikan segelas anggur penyegar, penghilang haus bagi yang berusaha menelusuri jejak lebih dari 50 tahun perusahaan rekaman berikut artis - artis serta problematikanya. Digali dari catatan selama lebih dari 20 tahun buku ni menjadi sangat informatif bagi peneliti musik Indonesia.

THEODORE KS - Personal Name
789.6 The r
978-979-709-777-6
700
Buku Teks
INDONESIA
Kompas Media Nusantara
2013
Jakarta
xvi, 392 hal.: 23 cm
Didalam buku ini dituliskan bahwa kehadiran musik Indie dan seni independen di tengah masyarakat pada umumnya antara lain adalah wujud penolakan didikte pasar. Indie muncul dari hati, di luar mainstream musik pop dan seni pop umumnya yang disebarluaskan industri. Komunitas indie memang merekam musik mereka sebagai ujung tombak, hanya saja cara jualnya berbeda dengan pemasaran konvensional. Sekitar awal 1990-an pemusik-pemusik remaja bermetal grindcore di Bandung dengan musik yang ekstream dan lirik yang kasar mendistribusi hasil rekamannya antarkelompok, dari teman ke teman atau door to door, menggunakan gerakan bawah tanah alias underground. Bandung memang dikenal sebagai gudangnya pemusik Indie.
LOADING LIST...
LOADING LIST...