Detail Cantuman Kembali

XML

Saling silang Indonesia - Eropa : dari diktator, musik, hingga bahasa


Sejarah Indonesia sesungguhnya tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan terlepas dari saling pengaruh mempengaruhi dengan sejarah dunia. Dengan pendirian tersebut Joss Wibisono mengurai hubungan Indonesia - Eropa dalam berbagai aspeknya antara lain : bagaimana gamelan mempengaruhi musik klasik barat, bagaimana kosakata Indonesia diserap oleh bahasa Belanda,bagaimana Presiden ketiga Republik Indonesia serupa dengan Dr. Faust dalam drama Goethe, dan terutama, bagaimana bibit - bibit fasisme sesungguhnya telah lama disemai di bumi Indonesia jauh sebelum era orde baru. Buku ini ditulis dengan ringan namun mendalam, buku ini memberi sumbangan penting bagi historiografi Indonesia.

WIBISONO, Joss - Personal Name
781.175 98 Wib s
978-979-1260-16-9
700
Buku Teks
INDONESIA
Wahana Aksi Kritika
2012
Jakarta
xv,228 hal.: 21 cm
Didalam buku ini diterangkan bahwa pada abad ke-21 ini tidaklah berlebihan apabila dicatat bahwa gamelan sudah merupakan kecenderungan musik dunia. Gamelan dimainkan di mana-mana, bukan hanya ditempat asalnya: Sunda, Jawa, atau Bali. Dimana-mana juga bermunculan komponis-komponis yang menciptakan karya musik untuk gamelan. Kalau tak mau dicap ketinggalan zaman, seorang komponis modern pasti akan memasukkan unsur-unsur gamelan ke dalam karyanya. Fenomena ini tidaklah baru sebenarnya. Dalam upaya menulis kembali sejarah pengaruh gamelan pada musik Barat, didapati lebih dari sekadar pendalaman bagaimana dulu Claude Debussy (1862-1918) komponis pertama yang dianggap kena pengaruh gamelan berkenalan dengan gamelan Sunda.
LOADING LIST...
LOADING LIST...