Detail Cantuman Kembali

XML

Bangunan Icon Kota Semarang sebagai Sumber Penciptaan Karya Seni Batik Lukis


Semarang sebagai Ibukota Propinsi Jawa Tengah yang pernah menjadi salah satu kota pelabuhan dan perdagangan terpenting pada masa lalu memiliki beberapa bangunan yang menjadi icon atau landmark dari kota tersebut. Meskipun terdapat cukup banyak bangunan cagar budaya yang ada di Semarang, penulis memilih Lawang Sewu, Tugu Muda, Gedung Marabunta, dan Klenteng Sampookong sebagai sumber ide penciptaan dalam tugas akhir ini.
Karya tentang bangunan icon Kota semarang ini diciptakan melalui proses eksplorasi penulis. Proses dimulai dengan menggali sumber ide tentang bangunan icon Kota Semarang, kemudian mengumpulkan data dan informasi, baik berupa landasan teorimaupun acuan visual. Data-data mengenai sumber penciptaan diperoleh diperoleh dari buku maupun literatur, baik cetak maupun online. Proses dokumentasi langsung ke lokasi bangunan icon Kota Semarang juga menghasilkan foto-foto yang menangkap detail-detail arsitektur dan ornamen khas dari bangunan icon Kota Semarang yang terpilih menjadi sumber penciptaan karya seni batik lukis. Seluruh data yang terkumpul kemudian ditinjau dari segi estetisnya, sisi bangunan mana saja yang akan dijadikan desain bagi karya ini. Dari beberapa sketsa, ide kemuadian dikembangkan menjadi desain yang siap dieksekusi menjadi karya. Dengan kreatifitas dan eksperimen dalam pemilihan bahan dan teknik, desain tentang bangunan icon Kota Semarang ini diwujudkan menjadi karya seni batik lukis. Dua teknik yang diterapkan dalam proses penciptaan karya seni batik lukis tentang bangunan icon Kota Semarang ini adalah teknik membatik tradisional (batik tulis) dan teknik Silkpainting. Teknik Silkpainting sendiri merupakan teknik melukis kain sutra dengan cat khusus sutra dan menggunakan gutta resist sebagai bahan outliner dan perintang warna.
Penciptaan karya Tugas Akhir ini menghasilkan 8 karya yang bermotifkan bangunan icon Kota Semarang sebagai sumber idenya. Setiap masing-masing karya memiliki nilai estetis yang berbeda dari batik tradisional. Karya tentang Lawang Sewu dan Gedung Marabunta bernuansa Belanda, Karya tentang Tugu Muda menggambarkan tentang semangat perjuangan dan nasionalisme yang menggelora, sedangkan karya tentang Klenteng Sampookong sangat bernuansa oriental. Variasi gaya ini mencerminkan keragaman budaya yang ada di Kota Semarang. Semoga karya tugas akhir ini bisa bermanfaat menambah ilmu pengetahuan bagi semua kalangan masyarakat akan keindahan bangunan icon Kota semarang sebagai sebuah karya seni baru dalam bidang Kriya Tekstil.

ARINI, Wening Tyas Bayu - Personal Name
KT/Ari/b/2016
-
KT
Tugas Akhir
INDONESIA
FSR ISI Yogyakarta
2016
Yogyakarta
xviii, 118 hal.: ilus.: lamp.; 30 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...