Detail Cantuman Kembali

XML

Sugesti Garis Dalam Lukisan


Keakraban dengan garis berawal dari kebiasaan mencoret-coret ketika masih anak-anak dengan menggunakan alat tulis terutama pada secarik kertas. Hal ini terus dilakukan ketika muncul perasaan jenuh atau bosan. Lambat laun muncul kesadaran bahwa garis mempunyai potensi artistik yang mampu dikembangkan.
Salah satu elemen dasar seni rupa adalah garis. Garis tidak sekedar sebagai elemen dasar seni rupa semata, tetapi garis dapat pula memunculkan sugesti. Garis dengan berbagai sifatnya mampu membangkitkan suasana hati kala melihatnya.
Sugesti garis dipelajari dalam istilah Expression, Line, Symbol atau kerap disingkat ELS. Jika dilihat sugesti garis adalah kerangka dalam pengekspresian yang menjadikan garis sebagai titik keberangkatannya; di mana pengekspresian melalui garis berdampak pada sugesti yang muncul. Artinya, garis dan sifatnya dapat mengekspresikan maksud secara konkret.
Pengungkapannya berusaha memancarkan sugesti yang dapat mewakili gagasan dalam bidang dua dimensi. Langkah yang ditempuh agar sugesti garis menjadi lukisan melalui improvisasi dan komposisi. Keduanya merupakan upaya yang dilakukan untuk menyusun garis menjadi kesatuan yang utuh.
Improvisasi didefinisikan sebagai ekspresi spontan dan tidak didasari dari sesuatu yang ada di dalam yang spiritual sifatnya. Sedangkan komposisi adalah ekspresi dan perasaan di dalam yang terbentuk dengan lambat-lambat dan secara sadar, sekalipun tetap menggunakan perasaan dan tidak rasional. Mengacu pada gagasan tentang improvisasi dan komposisi, kiranya dapat memperkuat alasan mengapa garis yang menyiratkan sugesti layak diterapkan dalam lukisan dengan bentuk non figuratif atau abstrak.
PURNOMO, Tejo - Personal Name
SL/Pur/s/2016
-
SL
Tugas Akhir
INDONESIA
FSR ISI Yk.
2016
Yogyakarta
x, 69 hal.: ilus., lamp.; 30 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...