Detail Cantuman Kembali

XML

Arts Under Pressure : Memperjuangkan Keanekaragaman Budaya di Era Globalisasi


Kepemilikan monopoli atau oligopoli oleh segelintir korporasi budaya (perusahaan tradisional, konglomerasi budaya, dan korporasi - korporasi raksasa lainnya) telah memaksa kita untuk hanya menyukai (mengosumsi) karya - karya seni tertentu, dari mulai film, buku, tari, kerajinan, patung, lukisan, hingga seni pertunjukkan. Seolah - olah kita mempunyai pilihan, padahal sebenarnya pilihan yang ada adalah sama - sama saja. Keanekaragaman budaya menjadi semakin terancam di era globalisasi ekonomi. Budaya dan karya seni tidak lagi merupakan ekspresi perasaan dan dialektika masyarakat, namun tak lebih hanya sekedar barang dagangan saja. Buku ini akan mengungkap hal tersebut dengan sangat menarik, dilengkapi dengan saran - saran dari penulis menyoal bagaimana mencegah semakin menguapnya keanekaragaman budaya dimakan kepentingan ekonomi dan globalisasi. Sangat cocok untuk para akademis, seniman, pegiat budaya, aktivis, maupun masyarakat umum sebagai produsen sekaligus konsumen kebudayaan dan karya seni.

SMIERS, Joost - Personal Name
306.47 Smi a
979-98499-97-0
306.47
art under pressure
Buku Teks
INDONESIA
Insist Press
2009
Yogyakarta
xx, 440 hal.: 24 cm.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa santun dalam perspektif dan komprehensih dalam mendokumentasikan manifestasi-manifestasi baru dari hak cipta di era globalisasi, refleksi kritis penulis dalam buku ini juga dilengkapi dengan kepedulian yang tulus terhadap kehidupan para seniman di seluruh dunia. Ketika seni berada di bawah ketertindasan, identitas budaya dan keanekaragaman kreativitas pun otomatis terancam. Dunia yang dipenuhi kompleksitas regulasi dan undang-undang perdagangan baik skala nasional maupun internasional, memang sangat membingungkan. Melalui bukuny, penulis memandu kita dan menunjukkan betapa pentingnya mencegah agar kepentingan ekonomi tidak mengambil alih dunia ini.
LOADING LIST...
LOADING LIST...