Detail Cantuman Kembali

XML

Pembawaan Lagu Nyidam Sari Dalam Musik Keroncong


Langgam Jawa merupakan salah satu jenis musik di Indonesia. Langgam Jawa mempunyai ciri-ciri bentuk yang hampir sama dengan langgam keroncong, diantaranya memiliki 32 birama, sukat 4/4, dan mempunyai kalimat lagu A-A1-B-A2. Namun dalam perbedaanya adalah pada tangga nada serta bahasa, langgam Jawa memakai tangga nada pentatonis dan memakai bahasa daerah (Jawa), sedangkan langgam keroncong memakai tangga nada diatonis dan memakai bahasa Indonesia. Langgam Jawa adalah lagu-lagu dalam keroncong yang memakai tangga nada pentatonis dan bahasa jawa (daerah), yang mengimitasikan bunyi gamelan kedalam instrumentasi keroncong. Lagu Nyidam Sari merupakan langgam jawa adalah salah satu karya terbaik Andjar Any yang sangat populer di kalangan masyarakat, khususnya Jawa. Pembawaan lagu Nyidam Sari ini ada yang diawali dengan istilah bawa, yaitu nyanyian dalam bentuk vokal tanpa iringan musik pada pembukaan sebuah lagu atau gendhing Jawa. Biasanya bentuk bawa mengambil bentuk macapat yang memiliki struktur guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Lagu Nyidam Sari ketika dibawakan dengan langgam jawa, dari segi intrumentasinya terdapat tambahan berupa kendang (bisa juga cello dengan motif permainan kendang) dan siter. Dalam pembawaan vokal nuansa nggandhul tidak terlalu dominan, serta dinamika pembawaan vokal yang lebih tegas daripada dalam langgam keroncong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembawaan lagu Nyidam Sari dalam musik keroncong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah lagu Nyidam Sari yang dibawakan oleh Waldjinah dalam albumnya “Kethek Ogleng”. Penelitian ini difokuskan pada pembawaan vokal dalam iringan langgam keroncong. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara (1) pengumpulan data melalui studi pustaka, (2) wawancara, (3) pengelompokan data, (4) tahap penulisan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ketika dalam pembawaan vokal lagu Nyidam Sari yang dibawakan Waldjinah dalam albumnya “Kethek Ogleng”, teknik nggandhul sering dipakai, maupun hiasan cengkok, gregel dan luk terlihat jelas dan penempatannya yang pas, sehingga terasa indah dan enak untuk didengar. Penulis tertarik dengan pembahasan ini karena selain untuk media pembelajaran juga agar dapat mengenal lebih tentang musik keroncong dan langgam jawa.
Bagas Wahyu Prasetyo - Personal Name
MS/Pra/p/2015
S1/MS
Tugas Akhir
INDONESIA
FSP ISI Yogyakarta
2015
ix, 61 hlm.: ilus., 27 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...