Detail Cantuman Kembali

XML

IDNASREIRA


Proses berkenalan itu penting, maka ada yang dinamakan saling mengenal, perkenalan, dan terkenal. Secara subjektif koreografer menyatakan bahwa tari tidak hanya berbicara mengenai bentuk dan teknik. Tari itu keseimbangan antara bahasa pelaku-pengalaman-perasaan-pengetahuan dari persepektif pelaku dan juga penonton. Bahasa tari merupakan bahasa non-verbal yang selalu berdampingan dengan peristiwa stilisasi dan distorsi. Kekuatan wacana harus memiliki keseimbangan dengan wahana tubuh yang menjadi media bahasa ungkap. Dengan demikian, tingkat multi interpretasi individu dapat diminimalisir, dan ‘mata’ lain dapat masuk pada celah peristiwa, merasakan kesamaan yang dialami. Tari bukanlah hal yang baru, ini hanya cara seorang pelaku berkomunikasi dan merekonstruksi repetisi bentuk dengan perasaan, pengetahuan yang selalu berbeda, tumbuh dan berkembang. Saat ini disiasati dengan menyederhanakan bahasa, bentuk, dan menciptakan kesadaran dalam keseimbangan, hingga tari dapat berdampingan dan saling melengkapi tidak hanya dalam panggung tontonan, tetapi juga ada dan berada pada panggung kehidupan
Ari Ersandi - Personal Name
TES/ST/Ers/i/2015
TES/ST/
Tugas Akhir
INDONESIA
Program Pascasarjana ISI Yogyakarta
2015
Yogyakarta
xv, 151 hlm.: ilus.; lamp.; 30 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...